Sunday, June 19

Kontradiksi: Baik dan Jahat


Aku percaya ketika kita menebar kebaikan, kita akan mendapat kebaikan.
Aku juga percaya, ketika kita menebar kejahatan, kita pun akan mendapat hal yang sama.
Mungkin tidak secara langsung, tetapi mungkin melalui hal-hal kecil yang ada dan kadang tidak kita sadari.

Tetapi seorang rekan baik selalu mengingatkan saya: jahat atau tidak baik itu relatif, tergantung perspektif apa dan siapa.

Banyak orang berasumsi dengan semakin banyak kebaikan bisa menutupi dan bahkan menebus kejahatan tidak kalah banyaknya.

Kalau tidak ada kejahatan, tidak akan ada kebaikan. Begitu juga sebaliknya.
Kebaikan tidak akan tercipta, tanpa adanya kejahatan.
Kejahatan tidak akan berakhir, tanpa adanya kebaikan.

Dua hal yang kontradiktif, tetapi sesungguhnya saling membutuhkan dan tidak  pernah bisa lepas.

Mereka berkolerasi, bersinggungan dan bersinergi.

Kita hidup di dalam dunia yang serba kontradiktif yang menuntut kita untuk beradaptasi lebih baik di dalamnya. Tidak hanya soal baik dan jahat, tapi banyak hal-hal lain yang terjadi setiap hari.

Aku tidak akan heran, ketika melihat dan mengenal sosok-sosok yang lekat dengan dua hal yang sama sekali bertolak belakang seperti baik dan jahat ini. Justru itulah yang membuat seseorang itu unik. Unik dengan caranya masing-masing. Unik dengan kontradiksinya masing-masing**


Wednesday, January 28

Sabar


Semua dituntut untuk serba cepat di zaman yang ultra cepat.
Cepat menjalankan, cepat memuaskan, cepat menghasilkan.
Cepat, cepat, cepat.

Kadang orang kurang sadar,
dengan segala yang serba cepat orang jadi kurang belajar
menjadi kurang pintar dikalahkan oleh piranti-piranti pintar.
Sabar, sabar, sabar.

Cepat belum berarti benar
yang benar belum tentu cepat
yang belajar itu yang kurang cepat
yang berproses itu kurang cepat
kurang cepat di zaman yang ultra cepat.
Cepat, cepat, cepat.

Tuntutan cepat semakin memudarkan sabar
ada alasan untuk menjadi tidak sabar
ada alasan untuk belajar ala kadar.
Sabar, sabar, sabar.

Bukan berati cepat tidak benar
semua benar, asal mereka sadar
sadar untuk tetap belajar
tidak hanya main hajar.

Anak muda macam saya harus belajar
sabar bukan hanya untuk orangtua
bukan hanya untuk yang pilihan hidup tak punya
tapi juga kita yang berlomba-lomba menggapai asa.

Zaman ultra cepat,
butuh satu kata kunci untuk diingat.

Cepat, cepat, cepat.
Sabar, sabar, sabar.


YAL.
Januari 28, 2015.
2:22 PM

Saturday, June 28

Ragu

Aku, kamu, ragu.
Bukan, bukan kumenyalahkan kamu.
Tapi aku.
Pikiran dan hati beradu.
Semua riuh sahut-menyahut, bertalu-talu.
Yang kuharapkan mereka cepat berlalu.
Yang kuharapkan mereka akur seperti dulu.
Satu.

Ada apa, katamu?
Yang katamu ada kini tak menentu.
Pun tak paham, aku.

Ragu.




*J
220614

Friday, November 1

Guilty Pleasure

Should we embrace it or ignore it?

Kanawa, Flores (Oct 2013)

One told me to 'feel' more not 'think' more. (Unfortunately) I followed him. I'm 'feeling' the pleasures instead of thinking about the guilts and everything that may come afterward.
So here I am, drowning in a sea of pleasures that make me feel good and bad about myself at the same time.

Monday, February 4

Anxiety was born in the very same moment as mankind.
And since we will never be able to master it, we will have to learn to live with it – just as we have learned to live with storms.

(Paulo Coelho)