Wednesday, May 11

Raditia Rinadi

21 tahun umurnya. Perawakan tegap, muka ganteng, dan rambut cepak tertata rapi. Gayanya ala anak muda yang hip dan urban masa kini. Bermodalkan polo t-shirt Fred Perry, jeans Ksubi, dan sepatu Camper, Radit terlihat sangat stylish. Berbeda dan stand out ketika berada di antara orang-orang awam biasa.

Sebenarnya Radit tidak begitu mengikuti fashion, namun dia sangat menyukai dry jeans yang harganya berjuta-juta. Denim geek kalau kata orang menyebutnya. Dia mengkoleksi jeans-jeans yang bisa bikin kantong orang biasa bolong. Sebut saja Imperial, Nudie, Ksubi, Cheap Monday tidak ada brand hips tersebut yang tidak Radit punya. Bahkan brand-brand denim Jepang yang jarang diketahui orang seperti Flathead, Skull, Eternal, dan banyak lainnya pun ia geluti!

Untung saja hobinya ini didukung dengan modalnya yang cukup juga. Tidak jarang Radit harus melancong ke luar negeri untuk memenuhi hasratnya pada denim. Singapore, Hong Kong, Jepang, Australia sudah ditandanginya untuk ‘mencumbu’ denim-denim yang ia buru. Mencumbu itu bahasa anak denim yang berarti meraba dan mencobanya secara langsung. Sebegitu cintanya Radit pada denim sampai rela merogoh kocek yang cukup dalam!

Sebagai anak hipster, tidak afdol rasanya jika Radit tidak bermain fixie. Sejak awal fixie menjamur di ibukota, dia dan teman-teman hipsternya sudah semangat 45 merakit sepeda fixie. Lagi-lagi untung hobi barunya ini didukung dengan modal yang cukup. Radit sih tidak merakit fixie yang sampai berpuluh-puluh juta, tapi terlihat dari fixie biru-putih yang ia miliki sekarang terdiri dari parts-parts yang tidak murah. Hits banget deh pokoknya.

Hobi denim dan fixienya ini sering bertemu. Yep, Radit senang sekali night riding dengan fixie nya dan menggunakan denim kesayangan. Dia dan teman-teman hipsternya suka sekali riding fixie di malam hari di jalan-jalan raya ibukota. Start dari Senayan, mereka bisa riding sampai ke Kota Tua. Sesekali dia memakai denimnya, berjuang melawan ketidaknyamanan memakainya ketika bersepeda. Ya prinsipnya sih olahraga, tapi tetap gaya juga tentunya**

3 comments:

Claudia Devina Aniendiani said...

Jov, ini cerita tentang apa? Fiksi atau nyata? Ha-ha

audrinazta said...

who's that boy ?? kok mirip seseorang..

jovita ayu liwanuru said...

itu semua hanya fiksi, maaf jika ada kemiripan karakter, tempat, dan waktu. hahaha.