Thursday, January 10

Jeritan Hati Seorang Kakak

Sejujurnya, saya tidak mau dan tidak suka mengeluh lahir menjadi anak pertama. Ya ke siapa juga saya harus komplain? Tuhan?
Namun dari perspektif seorang kakak perempuan yang punya dua adik, satu perempuan satu laki, saya harap tulisan ini bisa menjadi bahan renungan untuk adik-adik maupun kakak di luar sana.

Bayangkan sejak lahir kamu adalah pusat perhatian semua orang di sekelilingmu. Kamu ditimang, dimanja, diurus layaknya hal yang tidak ternilai harganya. Sampai ketika bapak ibu bilang kamu dapat hadiah yang sama berharganya sama kamu. Dijamin kamu akan sangat tidak sabar untuk mendapat hadiah itu, yang mereka sebut namanya 'adik'. Kamu diberi mandat, bahkan sebelum 'adik' itu lahir, bahwa kamu sebagai 'kakak' harus sayang dan menjaga adiknya baik-baik.
Ketika adik itu lahir, ada sedikit perasaan kecewa dalam hatimu. Perhatian bukan untukmu lagi. Bayangkan semua mata dan perhatian yang selama bertahun-tahun menjadi milikmu kini beralih ke benda mungil yang harus kamu sayang dan jaga sepanjang hidupnya. Perasaan senang bercampur aduk dengan kehilangan di saat yang sama, bahkan dari umur sekecil itu.

Bayangkan bertahun-tahun kalian hidup bersama. Bayangkan setiap hari ini kata-kata yang akan sering ibumu katakan kepadamu:

"kakak ngalah dong sama adiknya"
"kakak jadi contoh adik2nya dong"
"kakak urusin adiknya dong"

Bolehkah kamu mengeluh? Boleh saja. Namun siap saja dengan balasan Ibu yang pada intinya membela adikmu. Yah, kembali ke pernyataan nomor 1, kakak yang harus selalu mengalah.

"Jadi contoh untuk adik2nya" itu maknanya sangat luas, termasuk dalam hal akademis. Kakak harus menjadi yang paling baik kalau tidak mau dikatakan 'bukan contoh yang baik untuk adik2nya'. Bukan status yang enak didengar dan enak untuk disandang bukan?

Bayangkan setiap gerak gerikmu, perkataanmu, tingkah lakumu itu merepresentasikan bapak-ibumu, keluargamu, dan bahkan adik-adikmu. Kamu adalah didikan awal bapak ibumu, berhasil atau tidaknya kamu menjadi bukti nyata dari kesabaran dan kerja keras bapak-ibu dari orok sampai sudah siap dilepas di rimba kehidupan.

Dan yang lebih penting, tanggung jawab seorang kakak yang dibawa seumur hidup adalah adik-adiknya. Mau sebenci apapun, mau semalas apapun kamu dengan adik-adikmu dengan segala tingkah lakunya, kamulah yang menjadi orangtua mereka kelak ketika bapak ibu mu sudah tidak ada.

Jadi adik-adik yang terkasih, mohon pengertiannya juga untuk kamu. Bukannya kakak-kakak itu gila hormat, tapi tunjukkan kalau kalian menghargai mereka sebagai kakakmu, dan untuk jangka lebih jauh sebagai pengganti orangtuamu kelak.
Tidak ada salahnya kan kalau sesekali kamu yang memberi perhatian, bukan yang diberi perhatian?
Tidak ada salahnya kan kalau sesekali kamu yang melayani, bukan yang dilayani?
Tidak ada salahnya kan kalau sesekali semuanya bukan tentang kamu




4 comments:

kusnanto said...


sore..sebelumnya perkenalkan saya dari team divers FDC-IPB. selamat sebelumnya kepada para juara dan mengindahkan indonesia dengan prestasinya tersebut. oke kami bermaksud mengundang atau meminta kesediaannya hadir dalam acara ulang tahun fakultas perikanan dan ilmu kelauta institut pertanian bogor yang ke 50 tahun dalam acara pameran photography kelautan dan wisata bahari lainya yang ada di indonesia.. apakah bersedia? acaranya bulan september 2013 . terimakasih.

priska pavita. said...

this one is so nice :)

Dira said...

Hallo :) masih inget gw kah? itu yang ada link "Dira Nurviani" di samping .. hehe yes it's me, gw ganti url blog jadi http://trinkschwarz.blogspot.de/ dan baru aktif nge blog lagi.

btw sabar ya jadi anak sulung .. gw si anak bungsu jadi gatau gimana rasanya disuruh ngalah... yang ada kalo Kakak sebel gw bilangnya "bukan salah gw lah kalo lu mesti ngalah" xD resee yaaa

The Travel Junkie said...

Semangat kakkkkkk!