Sunday, June 19

Kontradiksi: Baik dan Jahat


Aku percaya ketika kita menebar kebaikan, kita akan mendapat kebaikan.
Aku juga percaya, ketika kita menebar kejahatan, kita pun akan mendapat hal yang sama.
Mungkin tidak secara langsung, tetapi mungkin melalui hal-hal kecil yang ada dan kadang tidak kita sadari.

Tetapi seorang rekan baik selalu mengingatkan saya: jahat atau tidak baik itu relatif, tergantung perspektif apa dan siapa.

Banyak orang berasumsi dengan semakin banyak kebaikan bisa menutupi dan bahkan menebus kejahatan tidak kalah banyaknya.

Kalau tidak ada kejahatan, tidak akan ada kebaikan. Begitu juga sebaliknya.
Kebaikan tidak akan tercipta, tanpa adanya kejahatan.
Kejahatan tidak akan berakhir, tanpa adanya kebaikan.

Dua hal yang kontradiktif, tetapi sesungguhnya saling membutuhkan dan tidak  pernah bisa lepas.

Mereka berkolerasi, bersinggungan dan bersinergi.

Kita hidup di dalam dunia yang serba kontradiktif yang menuntut kita untuk beradaptasi lebih baik di dalamnya. Tidak hanya soal baik dan jahat, tapi banyak hal-hal lain yang terjadi setiap hari.

Aku tidak akan heran, ketika melihat dan mengenal sosok-sosok yang lekat dengan dua hal yang sama sekali bertolak belakang seperti baik dan jahat ini. Justru itulah yang membuat seseorang itu unik. Unik dengan caranya masing-masing. Unik dengan kontradiksinya masing-masing**